Banjir Setinggi 3 Meter Merendam Permukiman Warga di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TirasBhayangkara.com

Jakarta – Banjir setinggi 3 meter merendam permukiman warga di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ibu yang baru melahirkan pun turut dievakuasi lantaran rumahnya terdampak banjir.

“Kita melakukan evakuasi. Bayi baru lahir dan ibunya. Balita, orang sakit, dan warga yang terjebak banjir lainnya,” kata Wadanyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, AKP Sunarto dalam keterangannya, Selasa (4/3/2025).

Sunarto mengatakan banjir yang melanda pemukiman warga Cililitan mencapai 3 meter. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan patroli di lokasi.

“Ketinggian banjir mencapai 3 meter,” ujarnya.

Pihaknya juga menerjunkan beberapa peralatan lainnya. Mulai dari perahu karet hingga rompi pelampung untuk menunjang proses evakuasi.

“Ada beberapa peralatan, yaitu satu unit kendaraan ranger, satu truk angkut, satu perahu karet, satu mesin perahu, satu perahu sakunar, 10 buah rompi pelampung, enam buah dayung. Saat ini Evakuasi masih berlanjut,” tuturnya.

Titik Banjir Jakarta

Titik banjir di Jakarta bertambah mencapai 105 wilayah rukun tetangga (RT) siang tadi. Banjir disebabkan curah hujan yang tinggi serta meluapnya air Kali Ciliwung, Pesanggrahan, dan Krukut.

BPBD Jakarta mencatat titik banjir itu tersebar di 12 RT di Jakarta Barat (Jakbar), 46 RT di Jakarta Selatan (Jaksel), dan 47 RT di Jakarta Timur (Jaktim). Data tersebut berdasarkan catatan BPBD Jakarta per pukul 12.00 WIB.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 105 RT,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan, Selasa (4/3).

Isnawa mengatakan ketinggian air beragam, sampai ada yang hampir mencapai 5 meter di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jaktim. Sementara ada 5 ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan yang terendam banjir.

Sementara itu, di Kampung Melayu, 30 orang masih mengungsi di SDN Kampung Melayu dan 181 orang mengungsi di Masjid Jami Miftahul Huda. Kemudian di Wilayah Bidara Cina, 17 orang mengungsi di RPTRA, 21 orang di aula kelurahan, 26 di masjid, 20 orang di SKKT, dan 24 orang di majelis taklim.

Baca Juga:  Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni Terima Penghargaan Dari Jasa Raharja

Kemudian di wilayah Cawang, 53 orang mengungsi di Musala Al-Ishlah, 130 orang di ruko pinggir jalan. Di Pejaten Timur, 450 orang mengungsi di SDN 22, 300 orang di SMPN 46. Selanjutnya di Cilandak Timur, 39 orang mengungsi di Musala, 19 orang di Pendopo dan 100 orang di musala.

(*) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kawal Proses Hukum, Pimpinan Grup Thiras Bhayangkara Jabar Hadiri Sidang di PN Depok
Dugaan Tipu Gelap Libatkan Oknum Wartawan, Korban Resmi Lapor Polisi
AMPETRA Resmi Hadir, Perjuangkan Hak dan Legalitas Penambang Tradisional
Ketua Presidium FPII Akan Ajukan Gugatan Sengketa Informasi ke Komisi Informasi RI Terkait Aliran Dana Wamen Imipas RI
Ketua Presidium FPII: Larangan Liputan Sidang Adalah Kudeta Terhadap Demokrasi
TNI-Polri Bagikan Makanan ke Warga Korban Banjir 1,5 Meter Sawangan Depok 
Polisi Gendong Lansia Terjebak Banjir di Cawang

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:33 WIB

Kawal Proses Hukum, Pimpinan Grup Thiras Bhayangkara Jabar Hadiri Sidang di PN Depok

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:38 WIB

Dugaan Tipu Gelap Libatkan Oknum Wartawan, Korban Resmi Lapor Polisi

Jumat, 19 Desember 2025 - 05:36 WIB

AMPETRA Resmi Hadir, Perjuangkan Hak dan Legalitas Penambang Tradisional

Sabtu, 19 Juli 2025 - 15:01 WIB

Ketua Presidium FPII Akan Ajukan Gugatan Sengketa Informasi ke Komisi Informasi RI Terkait Aliran Dana Wamen Imipas RI

Jumat, 18 April 2025 - 15:04 WIB

Ketua Presidium FPII: Larangan Liputan Sidang Adalah Kudeta Terhadap Demokrasi

Berita Terbaru