LAMPUNG TENGAH TB – Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai PKS DODI YANTO,.S.H,M.H terus menjalin silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di kawasan Gunung Agung Terusan nunyai dan kecamatan-kecanata lain yang berada di Lampung Tengah.
Langkah simpatik DODI mendapat umpan balik positip, setidaknya dukungan do’a restu terus mengalir agar caleg DPR PEROVINSI daerah pemilihan (Dapil) 7 Lampung Tengah tersebut bisa lolos dan terpilih sebagai anggota dewan provinsi Lampung.
Usai bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh, diantaranya Bpk Ahmad Gelar Suttan Bandar Alam salah satu tokoh adat dan tua tua kampung Gunung Agung,DODI YANTO,.S.H,M.H, Kamis (14/12/2023) kepada wartawan mengatakan di
Kecamatan Terusan Nunyai yang merupakan tempat kelahiran saya dan di beserkan, ada tata krama yang sangat dipegang teguh,ya itu mintak doa dan dukungan/pamit kepada para tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang ada di Terusan nunyai. Saya sendiri putra daerah yang mencalolonkan diri dan ingin melihat kampung kelahiran saya maju,sejahtra seperti kampung-kampung lain ,” katanya.
Bapak AHMAD gelar Suttan Bandar Alam(STB) “mengajak keluarga besar, sanak pamili, dan masyarakat Lampung Tengah terutama kecamatan Terusan Nunyai untuk bersatu mendukung DODI YANTO menjadikan anggota dewan kerena dia satu-satu nya anak muda dan asli orang Terusan nunyai biar kita ada perwakilan yang bisa membawa keluh kesah masyarakat Lampung Tengah terutama masyarakat Terusan nunyai di tingkat Provinsi, “Tambah Ahmad
Selain doa restu, dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan hangat, DODI YANTO juga banyak mendapat masukan dan wejangan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ditemui. “Saya juga mengutarakan visi misi saya menjadi calon legislatif,” katanya. Visi misi itu merupakan hasil rangkuman ketika dirinya selama beberapa bulan terakhir bertemu langsung masyarakat.
Diakui DODI, dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat yang sama sekali belum tersentuh oleh anggota DPR. Selain itu DODI juga mendapat informasi banyak generasi milenial yang berniat ancang-ancang untuk golput, pasalnya mereka merasa apatis caleg yang bakal tampil perilakunya seperti caleg-caleg generasi sebelumnya. (Mediyan)














