TIRAS BHAYANGKARA, Bandung __ Marhaen…Jaya…Marhaen…Jaya Marhaen ….Jaya…Jaya…Jaya.
DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bandung melaksanakan konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pemuda Demokrat Indonesia se-Kota Bandung dengan tema ” Bersatu Membangun Pemuda Demokrat Indonesia Jaya”. Bertempat di Gedung Greko Kosambi Bandung. Minggu (17/10/21).

Konferancab dihadiri oleh seluruh Pengurus Pimpinan Anak Cabang Pemuda Demokrat Indonesia se kota Bandung. Turut hadir di acara tersebut Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Bung Herry Mey, Ketua DPC Bung Soleh, Bung Fidelis Dapati Giawa, SH..

Acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Pemuda Demokrat Indonesia. Serta laporan Ketua Panitia Konferancab se-Kota Bandung Bung Herman , Sambutan Ketua DPC Bung Soleh, Sambutan Ketua DPD Bung Herry Mey.

Dalam sambutannya Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bandung, Bung Soleh menyampaikan
” Dengan semangat Marhaenisme, hari ini 17 Oktober 2021, Pemuda Demokrat Indonesia mengadakan konferensi anak cabang. Ini adalah titik awal kembalinya Pemuda Demokrat Indonesia pada treknya kembalinya Pemuda Demokrat Indonesia pada marwah marhaenisme atau pancasila.”
“Dengan adanya konferancab ini kaderisasi yang telah menjadi tiang penyangga organisasi berjalan dengan baik, Pemuda Demokrat Indonesia akan terus hadir di sendi-sendi masyarakat, menjadi tulang punggung masyarakat agar dapat memberikan solusi kongkrit dalam permasalahan sosial masyarakat.”
” Dengan adanya konferancab ini saya mengharapkan kader-kader Pemuda Demokrat Indonesia di setiap Kecamatan mampu untuk membumikan atau mengamalkan ajaran Bung Karno yaitu marhaenisme atau pancasila, dan serta terus mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah yang jauh diluar dari pancasila.” Tegas Bung Soleh.
” Selaku Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bandung mengucapkan terima kasih dan merasa bangga terhadap para kader tanpa disediakan seragam, dengan mandiri para kader membuat seragamnya masing-masing serta atas antusiasnya dan konsennya terhadap Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bandung.” Ucapnya.
Lanjutnya, ” Mudah-mudahan dengan di SKkannya kepengurusan PAC nanti bisa lebih berguna bermanfaat bagi masyarakat, Nusa dan Bangsa. Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bandung punya Slogan “Katingali jirim na karasa manfaat na (Kelihatan wujudnya terasa manfaatnya).”
Pemuda Demokrat Indonesia lahir tanggal 31 Mei 1947 didirikan oleh Bung Karno Presiden Pertama Republik Indonesia. Bung Karno sebagai pemerakarsa saat itu berkeinginan untuk mengawal bangsa ini.

Lebih lanjut Bung Soleh menjelaskan Pemuda Demokrat Indonesia berlambangkan Banteng, Kenapa Banteng? Banteng itu punya sifat melindungi yang lemah filosofi ini yang perlu dihayati dan diamalkan semua kader, intinya sebagai pemuda harus melindungi yang lemah.” Jelasnya.
“Pemuda Demokrat Indonesia bukan organisasi yang mengedepankan premanisme dan bergaya-gayaan, Organisasi kita organisasi Idiologi yang memiliki filosofi lambang dan arti, tanduk kanan melambangkan Sosio Nasionalis, tanduk kiri melambangkan Sosio Demokrasi dan Dengus putih melambangkan Sosio Religius.”

Pemuda Demokrat Indonesia harus menciptakan kader-kader bangsa otomatis harus berguna untuk masyarakat, Bangsa dan Negara, tidak mengedepankan premanisme.
“Ucapan terima kasih terhadap panitia yang sudah bekerja keras demi terlaksananya acara ini. Dan selamat datang kepada calon-calon Pimpinan Anak Cabang untuk di tingkat kecamatan.” Ujarnya.
“Ketua DPC berkewajiban membentuk PAC di tingkat kecamatan, PAC bertanggung jawab untuk membentuk Ranting-ranting di tiap kelurahan dan Ranting harus membentuk anak ranting serta membentuk kelompok kerja tingkat RT.”
” Jika tercapai pengurus sampai tingkat anak ranting ( RT ) tentunya akan memperkuat sistem jadi harus kuat secara organisasi bila sudah kuat memungkinkan pihak lain yang akan melamar ke kita.” Pungkasnya.
Kader pemuda Punya kewajiban moral mendorong kader untuk menjadi kader bangsa.

Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Bung Herry, berkesempatan memberikan sambutan sekaligus meresmikan dan membuka acara Konferensi Anak Cabang Pemuda Demokrat Indonesia se Kota Bandung 17 Oktober Tahun 202. Dan mengapresiasi kepada seluruh kader atas Kehadirannya karena kesadarannya.
“Untuk mencetak kader Pemuda Demokrat Indonesia, bangun kehadiran kita di Pemuda sesuai marwahnya seperti yang diharapkan Bung Karno dan jangan jadi beban sosial untuk masyarakat, tetapi harus menjadi solusi untuk beban masyarakat.” Ucap Herry.
“Konferancab bagian dari sebuah amanat Ad Art organisasi. Banyak kader-kader Pemuda yang menunggu dan merindukan terhadap pergerakan Pemuda Demokrat Indonesia yang lama terpendam.”ujarnya.
“Konsolidasi diharapkan berkelanjutan di semua tingkatan dan harus berguna untuk masyarakat.” Pungkasnya.

Bung Fidelis Dapati Giawa, SH. salah seorang kader senior Pemuda Demokrat Indonesia berkesempatan memberikan pemaparan dan pemahaman tentang sejarah Pemuda Demokrat Indonesia dan Marhaenisme.
Di sela acara PAC Kiaracondong memberikan bantuan santunan untuk keluarga Almarhum Bung Akmal Arianto.

“Beliau almarhum dikenal sebagai sahabat, senior mantan ketua PAC yang berjasa untuk perkembangan Pemuda Demokrat Indonesia di wilayah Kiaracondong, beliau meninggal sesaat akan dilaksanakannya Konfercab Kota Bandung setahun yang lalu, atas nama Pemuda Demokrat Indonesia mengucapkan terimakasih atas dedikasinya yang tidak bisa kami balas.”Ucap Ketua PAC Pemuda Demokrat Indonesia.
Hadir juga istri dan putra putrinya almarhum untuk menerima santunan.

Acara diakhiri dengan pelantikan dan pembacaan Tri Prasetya Pemuda Demokrat Indonesia dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
TRI PRASETYA
PEMUDA DEMOKRAT INDONESIA
KAMI PEMUDA DEMOKRAT INDONESIA, BERJANJI :
1. SENANTIASA SETIA DAN BERBAKTI SERTA SIAP MENGAMANKAN DAN MENGAMALKAN PANCASILA DAN UUD 1945
2. SENANTIASA SETIA DAN BERBAKTI SERTA SIAP MELAKSANAKAN MARHAENISME AJARAN BUNG KARNO
3. SENANTIASA SETIA DAN BERBAKTI KEPADA ORGANISASI SERTA BERTUJUAN UNTUK MEWUJUDKAN TERCAPAINYA PERDAMAIAN DUNIA YANG SEMPURNA DAN ABADI YANG MENJAMIN HUBUNGAN ANTAR BANGSA ATAS DASAR PERSAMAAN HAK DAN DERAJAT DALAM SATU DUNIA BARU YANG BERSIH DARI KAPITALISME, IMPERIALISME, KOLONIALISME, FEODALISME, KOMUNISME DALAM SEGALA BENTUK DAN MANIFESTINYA.
(PATIH / LBN)














