Komisi III DPRD Soroti Lambannya Kinerja Pemkot Metro, Walikota Harus Bertanggung Jawab.

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sekretaris Komisi III DPRD Kota Metro, Didik Isnanto.

KOTA METRO — Kinerja Pemerintah Kota Metro kembali disorot tajam. Komisi III DPRD menuding lambannya realisasi pembangunan dan rendahnya serapan anggaran sebagai bukti lemahnya tata kelola pemerintahan.

Padahal, perencanaan sudah rampung sejak lama, namun hingga September rakyat belum juga merasakan manfaat APBD. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Metro, Didik Isnanto.

Dirinya secara terbuka mempertanyakan komitmen dan keseriusan Pemkot dalam menjalankan roda pembangunan. Politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua Fraksi PDIP tersebut menegaskan bahwa sejak awal, perencanaan dan penganggaran program pembangunan sudah selesai dibahas bersama DPRD.

“Ini sudah bulan September, tetapi banyak program pembangunan, khususnya infrastruktur, belum juga dijalankan. Padahal perencanaan dan penganggaran sudah lama selesai. Ada apa dengan Pemkot,” kata Didik dalam keterangan Persnya, Rabu (10/9/2025).

Minimnya serapan anggaran menjadi indikator lemahnya kinerja OPD. DPRD menilai kondisi ini sangat ironis, mengingat APBD sejatinya adalah instrumen nyata untuk mewujudkan visi dan misi Walikota. Namun faktanya, masyarakat masih harus menunggu lebih lama untuk merasakan hasil pembangunan.

Didik menekankan, lambannya pembangunan bukan hanya soal teknis birokrasi, tetapi menyangkut kepentingan publik yang terhambat. Infrastruktur yang seharusnya sudah bisa digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat kini justru terbengkalai.

“Jangan sampai APBD yang merupakan uang rakyat hanya jadi angka di atas kertas tanpa bisa dirasakan manfaatnya. Ini jelas kegagalan kinerja,” ucapnya.

DPRD mendesak Walikota Metro untuk tidak bersikap pasif. Didik mengingatkan bahwa seorang kepala daerah tidak boleh tampil sebagai pemimpin yang bimbang menghadapi persoalan krusial, terlebih terkait pembangunan yang menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak.

Baca Juga:  Akan Jadikan Bantaeng Pusat Benih Nasional , Pemkab Bantaeng Gandeng Universitas Hasanuddin

“Walikota harus menjadi pemimpin yang tegas. Kalau memang ada masalah, jelaskan terbuka ke masyarakat. Jangan biarkan rakyat menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.

Komisi III menilai, sudah saatnya Walikota bertanggung jawab penuh dan memberikan klarifikasi kepada publik. DPRD juga mengingatkan agar Pemkot tidak lagi bersembunyi di balik alasan-alasan klasik seperti proses administrasi atau tender yang terlambat.

Kritik yang dilontarkan Komisi III ini bukan tanpa alasan. DPRD menilai akuntabilitas pemerintahan sedang dipertaruhkan. Jika APBD tidak segera dijalankan, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan terus menurun.

Politisi PDI Perjuangan itu bahkan mengingatkan, keterlambatan pembangunan bisa berdampak serius pada stabilitas politik dan sosial di Kota Metro. Warga akan merasa kecewa, dan citra kepemimpinan Walikota terancam tercoreng jika kondisi ini tidak segera diatasi.

Sebagai bentuk keseriusan, Komisi III DPRD menyatakan siap menggunakan hak pengawasan lebih ketat, termasuk memanggil OPD terkait untuk dimintai penjelasan. DPRD juga tidak menutup kemungkinan untuk meminta audit lebih dalam jika ditemukan adanya indikasi kelalaian serius dalam pengelolaan anggaran.

“Kami ingin Pemkot serius. Jangan sampai visi-misi Walikota hanya jadi jargon politik tanpa ada realisasi. APBD itu hak rakyat, bukan milik segelintir pejabat. Maka harus dijalankan secara cepat, tepat, dan transparan,” tandasnya.

Sorotan DPRD ini menjadi peringatan keras bagi Pemkot Metro. Dengan waktu yang tersisa di tahun anggaran 2025, publik menunggu langkah konkret dari Walikota untuk memastikan pembangunan tidak lagi terhambat. Rakyat butuh aksi nyata, bukan sekadar janji atau alasan administratif. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kemarau Melanda, Wakil Ketua DPRD Lampung Maulidah Zauroh Dorong Pemerintah Petakan Wilayah Krisis Air di Tubaba
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Perkuat Tata Organisasi untuk Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas
‎Peringatan HUT RI di Lingkungan Pemkot Bandar Lampung Berlangsung Meriah
PLT Direktur RS Alimuddin Umar, Beserta Staf dan Jajarannya, Mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81
Jelang HUT Ke-81 RI, Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kibarkan Merah Putih di Menara Telkomsel Setinggi 74 Meter
57 Mahasiswa Ikuti Matrikulasi Magister Manajemen Universitas Saburai, Rektor Tekankan Kesiapan Akademik
Sukseskan Program 3 juta rumah, Pemkot Bandar Lampung Kembali Raih Penghargaan
Lima Calon Advokat Resmi Ikuti Sumpah/ Janji Advokat di Pengadilan Tinggi Jakarta 

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:52 WIB

Kemarau Melanda, Wakil Ketua DPRD Lampung Maulidah Zauroh Dorong Pemerintah Petakan Wilayah Krisis Air di Tubaba

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Perkuat Tata Organisasi untuk Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:35 WIB

‎Peringatan HUT RI di Lingkungan Pemkot Bandar Lampung Berlangsung Meriah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:52 WIB

PLT Direktur RS Alimuddin Umar, Beserta Staf dan Jajarannya, Mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Jelang HUT Ke-81 RI, Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kibarkan Merah Putih di Menara Telkomsel Setinggi 74 Meter

Berita Terbaru