Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Kelompok 58 menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 1 Wates, sebagai upaya membangun kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan sejak usia dini. Kegiatan ini berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para siswa serta pihak sekolah.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari program kerja unggulan KKN Kelompok 58 yang berfokus pada pendidikan karakter dan pembentukan lingkungan sekolah yang aman serta inklusif. Materi disampaikan melalui pemaparan sederhana, diskusi, serta simulasi ringan agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Ketua KKN Kelompok 58, Rehan, menegaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih maraknya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. “Bullying sering dianggap hal biasa, padahal dampaknya sangat serius bagi perkembangan mental dan kepercayaan diri anak. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa perundungan bukan perilaku yang dapat ditoleransi,” ujar Rehan.
Menurutnya, pendekatan edukatif menjadi kunci dalam pencegahan bullying. Anak-anak tidak hanya diberi pengetahuan tentang bentuk-bentuk perundungan, tetapi juga diajak memahami cara bersikap apabila menjadi korban maupun saksi. “Kami ingin mereka berani berbicara dan saling melindungi,” tambahnya.

Sekretaris KKN Kelompok 58, Risa Fannizar, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan metode komunikatif agar pesan dapat tersampaikan secara efektif. “Kami menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuannya agar mereka benar-benar memahami apa itu bullying, dampaknya, serta bagaimana mencegahnya,” kata Risa.
Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui teori di kelas, tetapi perlu diperkuat dengan kegiatan nyata di lapangan. “Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua anak. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya guru, tetapi juga siswa dan orang tua,” jelasnya.
Sementara itu, Humas KKN Kelompok 58, Ananda Dimas Putri, menilai bahwa sosialisasi ini juga menjadi sarana membangun kepekaan sosial siswa. “Kami ingin menumbuhkan empati sejak dini. Anak-anak diajak memahami perasaan orang lain, sehingga tidak mudah melakukan tindakan yang menyakiti teman,” ungkap Ananda.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Para siswa terlihat aktif bertanya dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Melalui sosialisasi anti-bullying ini, KKN UAP Kelompok 58 berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berani bersikap adil, serta mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.














