Parah.! E-Warong Desa Kaliasin Jual Beras Bau dan Bercampur Kutu

Selasa, 1 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN TB – Tampaknya, penyaluran dana Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Januari – Maret 2022 sebesar Rp. 600 ribu secara tunai melalui Kantor Pos. Ternyata, tidak membuat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bebas untuk belanja di Warung yang disukai oleh KPM.

Hal itu terlihat pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kaliasin Kecamatan Tanjung Bintang. KPM di Desa itu setelah menerima uang dari Kantor Pos di haruskan belanja sembako pada ke E- Warong yang telah disediakan oleh Desa setempat.

Ketua E- warong Desa Kaliasin, Junaidah yang biasa di panggil Junai, meminta kepada KPM warga Desa setempat yang telah mendapat uang sembako dari Kantor Pos senilai Rp. 600 ribu untuk segera membelanjakan sembako di e-Warong miliknya.

“Bu, uang itu harus dibelanjain kesini, itukan mau laporannya kesana kan uangnya harus dibelajain kesini. Persedurnya itu, memang bener lu (KPM) ngambil di Kantor Pos Rp. 600 ribu. Cuman kan, uang itu harus dibeliin sembako semua itu bu. Tambah uang Rp. 10.000 buat uang bungkus plastik. Hayo cepet kesini, bawa duwitnya. Ini Orang dari Desa (Aparatur Desa red) sudah disini semua nungguin elu, ” Ujar Junai melalui pesan suara WhatsApp nya ke salah satu KPM pada Jum’at 25/2/2022 lalu.

Namun parahnya, sembako jenis beras yang disediakan oleh Junai menjadi malapetaka bagi KPM setempat. Beras yang di jual oleh Junai ke KPM ternyata beras tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Sembako Jenis beras sebagian sudah menjadi bubuk tepung. Berbau busuk, banyak kutu bahkan ada ulat belatungnya.

“Ada belatungnya guys, tuh lihat tuh. Ih kutunya banyak banget. Beras baru ngambil, beras PKH, BPNT. Beras geh belatungan, najis. Belatung, makan nih belatung, ” Ucap beberapa orang yang kesal dalam Vidio yang di kirim oleh salah satu KPM Desa setempat.

Baca Juga:  Gotong Royong, Babinsa Koramil 1410-01/Bissappu, Bersama Warga Dalam Pembangunan Masjid Nurul Yaqin

Hasil pantauan tim tirasbhayangkara.com dan Bongkar Pos, KPM yang mendapat beras tak layak kosumsi yang ada di rekaman vidio itu bernama KS (40) warga RT 06 Dusun 04 Bumi terang Desa Kaliasin.

“Begitu karungnya aku buka, berasnya kutuan. Ada uletnya juga sih kecil kecil aku pilihin aku tarok di karung. Di vidioin ama tetangga yang lihat kesini. Dipotoin sama anak mang Rudin orang atas. Saksi aku buka beras itu banyak kok, “Jelasnya, Minggu (27/2).

Menurutnya, bukan hanya dirinya saja yang menerima beras tidak layak kosumsi dari e-warong. Ada juga beberapa KPM yang menerima beras serupa dari e-warong. Namun, hanya ia yang mengembalikan beras ke e-warong untuk di tukar.

“Malemnya setelah saya kembalikan beras itu, ada tiga orang yang datang ke rumah saya. Ngakunya sih wartawan, tapi ada tetangga yang tau kalau salah satu dari mereka itu Suplayer nya. Katanya mereka sudah survey ke KPM lain semua berasnya bagus, hanya beras saya saja yang ada kutu dan ulatnya. Padahal, saya tanya sama bu gemblong beras dia juga banyak kutunya. Begitu juga beras Yayuk sama ada kutunya juga. Tapi mereka tidak berani mulangin ke e-warong, saya mulangin beras ke e-warong juga banyak saksinya” Tegasnya.

“Kalau beras bagus kan gak kayak gitu. Ini berasnya banyak yang sudah hancur jadi tepung. Tapi kata suplayernya yang datang ke rumah saya itu, beras banyak tepungnya itu malah bagus, banyak vitaminnya gak boleh di cuci berkali kali. Padahal bubuk itu kan rontokan bekas kutu. Di cuci juga pasti ketarakan, ngambang berasnya kalau bubuk kutu, “Imbuhnya.

Senada KPM Desa Kaliasin lainnya, RH (35) juga mengeluhkan hal yang sama. Pada saat penyaluran sembako BPNT periode sebelumnya, dirinya dan KPM lain juga mengeluhkan beras yang diterima tidak bagus berbau apek.

Baca Juga:  Harap Pemuda Tumbuh Kreatif dan Inovatif, Ketua TP PKK Bantaeng Buka Parade MUA Tompobulu

” Kalau waktu itu sih kutunya gak ada. Tapi kalau dimasak itu ngembang banget, baunya juga apek. Kadang mau makannya aja males, baunya prengus, ” Ucapnya.

“Waktu pihak suplayer datang ke rumah Teh Kus untuk memastikan vidio beras yang ada ulatnya, itu saya juga ada disitu. Tapi mereka ngakunya bukan dari pihak suplayer, ngakunya dari wartawan Resolusi TV. Yang satu lagi pakai seragam ada tulisan KPK nya, “tutupnya.

Di sisi lain, Direktur CV. BAJA Handrianto Basuki menyebut bahwa adanya vidio beras berkutu dan terdapat ulatnya. Menurutnya hanya pengakuan sepihak salah satu KPM. Pasalnya, setelah mendapat informasi tersebut pihaknya langsung croschek ke beberapa KPM.

“Kita langsung turun kerumah beberapa KPM. Kami datang disekitar rumah Pak Udin JatilanJatilan Kampung Sawah. Mereka bilang berasnya bagus semua. Saya ke rumah bu kus yang bilang ada belatungnya itu, begitu saya tanya berasnya dimana, katanya sudah di pulangkan ke ewarong, “Ucapnya seperti dilansir Sinarlampung.id.

Pria yang akbrab dengan sapaan Andre ini mengatakan, persoalan ini kemungkinan dipicu oleh unsur kesengajaan yang tujuannya ingin merusak citra nama baik CV. BAJA.

“Kesimpulan kami sementara, diduga ada permainan atau sengaja membuat keruh suasana. Karena e warong dan saya sebagai suplayer selalu bilang kalau ada jenis sembako yang kurang bagus, secepatnya bilang dan langsung kita ganti, “Pungkasnya. (rls/Alison/tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Suasana Kemerdekaan ke-81 yang Penuh Keceriaan dan Kebersamaan
Diduga Penambang Pasir Ilegal Merajalela Kemana Polhut, Polsek, DLH Dan Dinas Perijinan 
Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)
Heboh Dugaan Penggelapan Disertai Pungli di Desa Sabah Balau Jadi Sorotan Publik
​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan
Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.
Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.
Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Demam dan Kejang Usai Imunisasi, Bayi di Wates Butuh Perhatian Pemkab Lam-Teng.

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:58 WIB

Suasana Kemerdekaan ke-81 yang Penuh Keceriaan dan Kebersamaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:27 WIB

Diduga Penambang Pasir Ilegal Merajalela Kemana Polhut, Polsek, DLH Dan Dinas Perijinan 

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Heboh Dugaan Penggelapan Disertai Pungli di Desa Sabah Balau Jadi Sorotan Publik

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:57 WIB

​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan

Berita Terbaru