Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Kelompok 58 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Balai Pekon Wates, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan sekaligus upaya menghidupkan kembali pemanfaatan obat tradisional berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang diikuti oleh aparatur pekon dan warga setempat tersebut diawali dengan sosialisasi mengenai jenis-jenis tanaman obat, khasiat, serta cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, mahasiswa bersama warga melakukan penanaman berbagai tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan daun sirih di lingkungan sekitar balai pekon.

Ketua KKN 58 UAP, Rehan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian kesehatan keluarga. “Tanaman obat keluarga merupakan sumber daya yang mudah diperoleh dan relatif aman digunakan untuk keluhan kesehatan ringan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat kembali memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitar,” ujar Rehan.
Ia menambahkan bahwa pendekatan edukatif menjadi fokus utama kegiatan. “Kami tidak hanya menanam, tetapi juga memberikan pemahaman tentang cara merawat tanaman dan mengolahnya menjadi ramuan sederhana. Harapannya, masyarakat benar-benar dapat mempraktikkannya di rumah masing-masing,” katanya.
Sekretaris KKN 58 UAP, Risa Fannizar, menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan. “TOGA bukan hanya simbol kegiatan, tetapi bagian dari upaya membangun pola hidup sehat berbasis keluarga. Dengan menanam sendiri, masyarakat dapat lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada obat sintetis,” ungkap Risa.
Sementara itu, Bendahara KKN 58 UAP, Fera Ardila, menyampaikan bahwa keterlibatan warga menjadi indikator keberhasilan program. “Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan antusiasme dan ketertarikan warga terhadap pemanfaatan tanaman obat. Kami berharap tanaman yang ditanam hari ini dapat dirawat bersama dan memberi manfaat jangka panjang,” ujar Fera.
Humas KKN 58 UAP, Ananda Dimas Putri, menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam promosi kesehatan. “Pemanfaatan TOGA adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Selain meningkatkan kesehatan, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Ananda.
Pihak pekon menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sejalan dengan program peningkatan kesehatan masyarakat. Keberadaan kebun TOGA di lingkungan balai pekon diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus contoh bagi warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif.
Melalui kegiatan sosialisasi dan penanaman TOGA ini, KKN 58 UAP berharap dapat berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, sadar kesehatan, serta mampu memanfaatkan obat tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
















