LAMPUNG SELATAN TB – Setelah adanya polemik pemberhentian Sekdes dan Kadus, serta terkuaknya pembangunan Underlagh di Desa Sabah Balau tahun 2021 yang tidak kunjung selesai.
Saat ini muncul dugaan pungli yang dilakukan Pujianto selaku Kades setempat.
Menurut “UY” yang disampaikan pada team tirasbhayangkara.com, sewaktu mau acara peletakan batu pertama Pembangunan Balai Desa Sabah Balau, Kades diguga melakukan pemotongan insentif Aparatur Desa nya.
“Iya pak bener pada waktu itu sewaktu mau ada acara peletakan batu pertama Balai Desa Sabah Balau, kami seluruh Aparatur Desa dipotong Siltap (penghasilan tetap) kami sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) per orang secara sepihak oleh pak Pujianto, “Keluhnya.
“Kami sebenarnya keberatan, tapi mau apalah daya, kami tau kalau cuma untuk simbolis peletakan batu pertama tidak memakan biaya yang begitu banyak, cukup dengan Satu zak semen, Tiga ember pasir, dan beberapa bongkah pecahan batu saja, sedangkan uang yang diambil dari kami selaku Aparatur Desa pada saat itu perkiraan kami mencapai Rp. 8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah), “Paparnya.
“Jadi menurut kami apa yang sudah dilakukan oleh pak Kades Pujianto itu merupakan suatu kesalahan dan juga merupakan suatu penyimpangan, bahkan hal ini masuk kategori Pungutan Liar, karena tidak ada landasan hukumnya, dan perbuatan tersebut jelas telah merugikan kami selaku Aparatur Desa, itu hak keluarga kami yang seharusnya kami makan, ini malah diambil dengan begitu saja.
“Kami tidak terima, kalau pun ada konsekuensi hukumnya itu pak Pujianto harus bertanggung jawab, pekerjaan saja ada yang belum selesai, uang kami juga ikut dimakan. “Paparnya.
Untuk mengkonfirmasi permasalahan ini, beberapa kali team tirasbhayangkara.com coba berusaha untuk menemui, dan menghubungi Kades Pujianto, namun sampai berita ini diterbitkan belum bisa terkonfirmasi, karena yang bersangkutan jarang berada ditempat, WA dan telpon tidak direspon. (Alison/team)














