Pupuk Non Subsidi PT RUCI TANI JAYA ABADI Berkulitas Harga Terjangkau

Senin, 19 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS, TB Petani cabe asal Pekon Betung Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tangamus, Lampung memberikan tutorial bersama distributor produksi pupuk non subsidi PT.RUCI TANI JAYA ABADI Gresik ,Jawa Timur dalam pemupukan tanaman cabe diawal pertumbuhan.

Kepada TirasBayangkara ,com Dedi mengungkapkan pengalamannya dalam perawatan tanaman cabe dari awal tanam hingga umur 25 hari dengan menggunakan pupuk non subsidi MUTIARA E  produk PT.RUCI TANI JAYA ABADI, yang dia aplikasikan dengan air untuk pemupukan secara pengocoran.

Tanaman cabe miliknya nampak sehat dalam pertumbuhannya, hal tersebut terlihat dari daun yang lebih lebar dan berwarna hijau dan pembentukan cabang yang lebih banyak serta batang yang kokoh sehingga diharapkan dapat menghasilkan buah yang lebih banyak dibandingkan penggunaan pupuk lainnya.

” Tanaman cabe saya sudah berumur 25 hari, dan sudah dua kali saya pupuk menggunakan pupuk MUTIARA E yang saya campur dengan air untuk pengocoran setiap 10 hari sekali, dan terlihat sangat baik pertumbuhannya,” terang Dedi ditengah kebun cabenya, Minggu (18/8/24).

“Dari pertumbuhan tanaman cabe , saya semakin yakin pupuk yang saya gunakan lebih unggul dibandingkan dengan pupuk yang lain, apalagi pupuk ini harganya sangat terjangkau,”tuturnya.

Untuk memenuhi permintaan konsumen akan kebutuhan pupuk non subsidi yang berkualitas baik , distributor  PT. RUCI TANI JAYA ABADI, asal Gresik  Jawa  Timur untuk wilayah Lampung, Arsil  mengatakan, pihaknya akan aktif memasok kebutuhan pupuk non subsidi secara berkala kepada vendor wilayah di lampung yang ditunjuk.

Menurut Arsil , permintaan pupuk non subsidi yang ia tangani setiap hari kian bertambah permintaan dari konsumen, dalam waktu dekat pendistribusian akan di tambah dan di antar langsung ke vendor dan kios -kios.Adapun pupuk yang akan dikirim sesuai permintaan konsumen berjenis pupuk dasar SP-36,TSP-46E, E PHOSKHA, PHOSKHA E PLUS, MUTIARA E, dan MUTIARA E PLUS.

Baca Juga:  Bersama Forkopimda Pj. Bupati Bantaeng Lantik 45 Kepala Desa

“Permintaan pupuk non subsidi dari konsumen di wilayah lampung semakin meningkat, disetiap vendor   dalam sebulan bisa memasarkan 500 saz,” terang Arsil , Minggu (18/8/24).

“Untuk menghadapi masa tanam padi sawah, dan masa pemupukan tanaman buah tahun pasca panen, kami akan menambah pasokan kesetiap kios,”Imbuhnya

Setiawan ,S.H, salah satu vendor di Kabupaten Tanggamus  yang beralamat di Jalan Lintas Sumatera, Pekon Srikuncoro, Semaka menerangkan, permintaan petani akan kebutuhan pupuk non subsidi dari PT. RUCI TANI JAYA ABADI,Gresik semakin meningkat, terutama  untuk  wilayah pematang Sawa dan Semaka serta di wilayah Suoh Lampung Barat.

” Permintaan pupuk nonsubsidi ini lumayan banyak, terutama  di wilayah Suoh Lampung Barat, karena didaerah sana petani kebun kopi banyak juga orang sini, untuk kewilayah sana saja sudah kita kirim sekitar hampir 500 saz,” ucapnya.

“Untuk wilayah Semaka dan BNS lumayan banyak juga untuk pemupukan tanaman padi, karena sawah di sini saat pemupukan kedua banyak yang menggunakan pupuk lengkap NPK jenis Mutiara E,”pungkasnya.

Setiawan menghimbau kepada konsumen,agar berhati-hati dalam pembelian pupuk non subsidi dari PT.Ruci Tani jaya Abadi, Gresik agar membeli kepada vendor dan kios yang sudah ditunjuk secara resmi , agar terhindar dari barang tiruan atau palsu yang mencatut logo dan nama produsen,”Tutupnya.
(Suhaili)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)
GOLKAR Tanggamus Buka Penjaringan Calon Ketua
​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan
Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.
Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.
Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Demam dan Kejang Usai Imunisasi, Bayi di Wates Butuh Perhatian Pemkab Lam-Teng.
Terkait Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran DPRD Pringsewu, DPD ASWIN Lampung Dukung Penuh
Sertifikasi BPN Belom Selesai, Aset Kesehatan Terbengkalai BPKAD, dan Dinkes Metro, Saling Lempar Tanggung Jawab.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:52 WIB

GOLKAR Tanggamus Buka Penjaringan Calon Ketua

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:57 WIB

​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:28 WIB

Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:23 WIB

Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.

Berita Terbaru