Purwakarta, Jawa Barat -//Titas bhayangkara//Yahman Efendi, Ketua Koordinator Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI), menyoroti berita terkait kekecewaan warga Desa Bunder, Kecamatan Jati Luhur, Kabupaten Purwakarta, atas proses rekrutmen karyawan di PT Metro. Banyak pelamar lokal yang dinyatakan tidak lulus tes, sementara pelamar dari luar desa justru banyak yang diterima.
“Saya berharap agar kesempatan kerja di PT Metro tidak lagi timpang, dan warga sekitar mendapat prioritas,” ujar Yahman Efendi. Beliau meminta agar PT Metro lebih memperhatikan aspirasi masyarakat lokal dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.
Seperti diberitakan eternitynews.co.id, ratusan warga Desa Bunder yang mengikuti tes kerja di PT Metro pada Maret-Mei 2025 merasa kecewa karena hanya sedikit warga lokal yang diterima. Hal ini memicu kecurigaan adanya praktik percaloan dan dugaan suap atau pungli.
Perwakilan warga, Dadang Kholid, telah melakukan mediasi dengan PT Metro, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Laporan juga telah disampaikan ke Polres Purwakarta, tetapi belum ada tindakan hukum signifikan. Kunjungan Wakil Bupati Purwakarta pun belum memberikan perubahan berarti.
LPK-GPI mendesak PT Metro untuk memprioritaskan warga Desa Bunder dalam perekrutan tenaga kerja dan menyelidiki dugaan praktik percaloan yang terjadi. Ketimpangan akses kesempatan kerja ini perlu segera ditangani untuk mencegah konflik sosial dan memastikan keadilan bagi warga sekitar.(team)














