
LAMPUNG TIMUR, (Tirasbhayangkara.com) – Anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A. Rozak, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Hargo Mulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh aparatur desa, pengurus kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), petani pengguna air, serta tokoh masyarakat. Sosialisasi menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami kembali nilai-nilai fundamental yang menjadi landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Hanan A. Rozak menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI terdiri atas Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Menurut Hanan, Empat Pilar tersebut bukan sekadar materi yang harus diketahui masyarakat, tetapi harus menjadi nilai yang dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, UUD 1945 menjadi landasan konstitusional, NKRI harus kita jaga keutuhannya, dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan,” ujar Hanan.
Selain menjelaskan Empat Pilar, Hanan juga memberikan pemahaman mengenai Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, termasuk kedudukan, fungsi, dan tugas-tugasnya dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Hanan menjelaskan bahwa MPR RI merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan konstitusional, antara lain mengubah dan menetapkan UUD, melantik Presiden dan Wakil Presiden, serta menjalankan kewenangan lainnya sesuai dengan ketentuan konstitusi.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara penting agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga memahami bagaimana negara menjalankan pemerintahan berdasarkan konstitusi.
Hanan juga mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Perubahan teknologi dan digitalisasi, perkembangan ekonomi global, persaingan antarnegara, perubahan sosial, hingga ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa membutuhkan ketahanan nasional yang kuat.
Karena itu, menurut Hanan, nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.
“Tantangan bangsa ke depan tidak semakin ringan. Kita menghadapi persaingan global, perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan lingkungan, persoalan pangan, dan berbagai tantangan sosial. Karena itu, bangsa Indonesia harus memiliki fondasi kebangsaan yang kuat,” katanya.
Hanan menilai masyarakat desa memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan bangsa. Desa bukan hanya menjadi basis pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
“Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah bagian penting dari kekuatan bangsa. Petani, kelompok wanita tani, petani pengguna air, aparatur desa dan tokoh masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat,” ujar Hanan.
Hanan menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Ia mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila mulai dari lingkungan keluarga, desa, hingga kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.
“Jangan sampai Empat Pilar hanya kita hafal, tetapi tidak kita praktikkan. Nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam kehidupan kita, melalui gotong royong, toleransi, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan ikut membangun lingkungan kita,” tegasnya.
Menurut Hanan, pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter, kualitas sumber daya manusia, serta penguatan wawasan kebangsaan.
“Indonesia yang maju harus dibangun dengan masyarakat yang kuat, berkarakter, bersatu, dan memiliki kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Inilah pentingnya kita terus menjaga dan mengamalkan Empat Pilar MPR RI,” pungkas Hanan A. Rozak. (NH)
















