Bupati Uji Nurdin Resmikan Unit Dialisis, Warga Bantaeng Tak Perlu Ke Makassar Cuci Darah

Kamis, 17 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG Tiras Bhayangkara.com – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy meresmikan Unit Dialisis milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. DR. M. Anwar Makkatutu, Senin, 16 April 2025.

Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini memberikan apresiasi, kepada direksi RSUD Prof. Anwar Makkatutu, atas inovasinya menghadirkan inovasi Unit Dialisis atau alat pencuci darah yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Ini momen bersejarah. Masyarakat Bantaeng yang menjadi pasien cuci darah tak perlu lagi jauh-jauh ke Makassar. Ini sangat membantu, terlebih masyarakat yang kurang mampu,” kata Uji Nurdin.

Kepala daerah termuda di Sulsel ini menambahkan, pihaknya terus memberikan dukungan kepada direksi RSUD Prof. Anwar Makkatutu untuk terus melakukan inovasi.

“Kami dengar baru 4 unit alat cuci darah yang beroperasi. Sehingga kami berharap setelah peresmian ini, unit Dialisis bisa bertambah menjadi delapan. Sehingga bisa mengurangi atau tidak ada lagi pasien daftar tunggu,” kata Uji Nurdin.

Sementara Direktur RSUD Prof. DR. M. Anwar Makkatutu, dr. Sultan, M.Kes mengatakan, empat Unit Dialisis sementara mengobati 25 pasien. 15 warga Bantaeng dan 10 orang warga Jeneponto.

“Alat cuci darah ini tidak hanya dinikmati masyarakat Bantaeng, namun daerah tetangga juga. Mereka sangat bersyukur, karena mereka tidak perlu lagi mengeluarkan uang transpor, atau penginapan karena bukan lagi di Makassar,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, RSUD Prof. DR. M. Anwar Makkatutu juga telah memiliki Unit Kemoterapi, yang menjadi satu-satunya pengobatan kanker yang berada pada bagian selatan Sulsel.

“Kami juga telah mengoperasikan kemoterapi sejak akhir tahun 2024. Kehadirannya sangat penting untuk mengobat pasien kanker yang membutuhkan kemoterapi secara berkelanjutan tanpa harus dirujuk ke Makassar lagi,” pungkasnya. *(Hariati)

Facebook Comments Box
Baca Juga:  Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hadiri Grand Final ADUJAK

Berita Terkait

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)
​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan
Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.
Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.
Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Demam dan Kejang Usai Imunisasi, Bayi di Wates Butuh Perhatian Pemkab Lam-Teng.
Terkait Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran DPRD Pringsewu, DPD ASWIN Lampung Dukung Penuh
Sertifikasi BPN Belom Selesai, Aset Kesehatan Terbengkalai BPKAD, dan Dinkes Metro, Saling Lempar Tanggung Jawab.
Pengadaan Banner di Sekolah Memanas, LSM KPK RI Lampung Soroti Risiko Audit

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:57 WIB

​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:28 WIB

Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:23 WIB

Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:24 WIB

Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Demam dan Kejang Usai Imunisasi, Bayi di Wates Butuh Perhatian Pemkab Lam-Teng.

Berita Terbaru