Hadiri Rapat Mitigasi Bencana, Bupati Bantaeng: Tingkatkan Koordinasi Dengan Seluruh Pihak Terkait

Kamis, 17 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG, Tiras Bhayangkara.com – Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin (Uji Nurdin) bersama Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin menghadiri Rapat Mitigasi Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Kecamatan Bantaeng, Rabu (16/4).

Rapat yang turut diikuti oleh Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Kepala OPD terkait serta Camat dan Lurah Lingkup Kabupaten Bantaeng ini dilaksanakan guna mengantisipasi Bencana Alam yang mungkin akan terjadi di Bantaeng pada masa yang akan datang.

Diantaranya dalam jangka pendek seperti bencana banjir dan angin kencang serta dalam jangka panjang seperti bencana tanah longsor wilayah pegunungan dan dampak air laut yang bisa merusak Infrastruktur.

Dalam arahannya, Bupati Bantaeng, Uji Nurdin menyampaikan, tujuan diadakannya rapat ini karena kita harus mempersiapkan diri memasuki bulan Mei, Juni dan Juli yang mana biasanya merupakan puncak cuaca ekstrim.

“Terkhusus masalah banjir ada beberapa poin yang telah kami pelajari, pertama kita harus satukan frekuensi dengan camat dan lurah untuk melakukan pembersihan gorong-gorong. Jadi mohon pada pimpinan wilayah di setiap kecamatan, kelurahan dan desa agar berkoordinasi masing-masing bagaimana terkait pembersihan drainase terkhusus di dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Bissappu, karena dua kecamatan ini merupakan salah satu penentu utama banyaknya sampah yang mengakibatkan banjir,” katanya.

Bupati termuda di Sulsel ini menekankan agar jangan main-main soal banjir karena di Bantaeng ini memang punya posisi sangat indah namun sangat rawan banjir.

Bupati Bantaeng Uji Nurdin juga mengimbau kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk mengedukasi ke seluruh masyarakat khususnya memasuki bulan Mei, Juni dan Juli merupakan puncak cuaca ekstrim untuk diedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:  KA LAPAS KLAS IIA METRO MONITORING PELATIHAN BERSERTIFIKAT ARGO BISNIS PERTANIAN UNTUK WARGA BINAAN

“Kemudian kita juga adakan kerja bakti terjadwal terkhusus di dua kecamatan ini dan juga di kecamatan lain. Perlu pula dilakukan koordinasi untuk pelaporan cepat sehingga bila terjadi apa-apa karena bencana terkhusus banjir ini terjadi tanpa ada tanda-tanda,” kata dia.

Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin menambahkan agar pimpinan OPD terkait untuk berkoordinasi dengan para camat, kemudian disosialisasikan kepada lurah dan kepala desa agar dikoordinasikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

“Ini bukan hanya merupakan kepedulian kita, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita untuk mengantisipasi masalah banjir ini,” katanya.

Ditambahkan Dandim 1410 Bantaeng, Letkol Inf Eka Agus Indarta bahwa, mitigasi ini dilaksanakan terkait kesiapan kita dalam menghadapi bencana yang sangat memerlukan koordinasi dan sinergitas dalam kesiapan kita menghadapi bencana.

Terakhir, Kajari Bantaeng, Satria Abdi juga menyampaikan, mitigasi bencana ini merupakan hal penting sebagai upaya mencegah terjadinya suatu bencana.

Disampaikan ada beberapa hal yang perlu kita lakukan diantaranya pemetaan wilayah rawan bencana, pemantauan dan pengamatan bencana, penyebaran informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pembangunan bangunan tahan bencana, perencanaan penempatan pemukiman, peringatan dini, penyuluhan dan pelatihan, serta penyiapan rencana penyelamatan diri.

Koordintor Pos SAR Basarnas Bantaeng Hamka menekankan kesiapannya untuk mendukung Pemda Bantaeng dalam mitigasi Bencana dengan sejumlah peralatan yang siap digunakan di Pos Basarnas seperti speed boat, perahu karet dan lain-lain. *(Hariati )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)
​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan
Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.
Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.
Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Demam dan Kejang Usai Imunisasi, Bayi di Wates Butuh Perhatian Pemkab Lam-Teng.
Terkait Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran DPRD Pringsewu, DPD ASWIN Lampung Dukung Penuh
Sertifikasi BPN Belom Selesai, Aset Kesehatan Terbengkalai BPKAD, dan Dinkes Metro, Saling Lempar Tanggung Jawab.
Pengadaan Banner di Sekolah Memanas, LSM KPK RI Lampung Soroti Risiko Audit

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar S.Pt., M.Si membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK)

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:57 WIB

​Ancaman Gagal Bayar Tahap II (Dana Retensi) di Kota Metro: Krisis Tata Kelola yang Tak Boleh Lagi Diabaikan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:28 WIB

Ketua Laskar Lampung Geram, Oknum PNS Metro Akan Dilaporkan ke APH, dan Inspektorat, Diduga Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan.

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:23 WIB

Dua LSM Berkolaborasi, Pemkab Lamp – Teng Diminta Perhatian Pada Bayi Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Usai Imunisasi.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:24 WIB

Sakit Tak Kunjung Sembuh Diduga Demam dan Kejang Usai Imunisasi, Bayi di Wates Butuh Perhatian Pemkab Lam-Teng.

Berita Terbaru