Tim Medis Brimob Polri Jemput Bola Beri Pelayanan Kesehatan Pengungsi Gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TB – Pelayanan kesehatan dari Brimob Polri dilakukan kepada korban pengungsian gempa Cianjur di tiap poskonya. Pelayanan kesehatan itu berkeliling dari posko ke posko demi memastikan bantuan medis didapatkan para pengungsi tanpa harus bepergian ke ruma sakit.

Tim pelayanan kesehatan Brimob, kali ini menyambangi posko pengungsian korban gempa Cianjur di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Kegitan itu sudah dimulai sejak pagi hari.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, banyak pengungsi yang mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis saat tim kesehatan Brimob datang ke sana. Di sana, obat-obatan juga diberikan secara gratis sesuai dengan keluhan para pengungsi.

“Mereka mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis. Ini tandanya memang kebutuhan medis mereka perlukan, tetapi untuk menjangkau sentra pelayanan medis mungkin saja kesulitan karena faktor kendaraan atau jarak yang jauh. Oleh karenanya, upaya jemput bola dari tim medis Brimob ini seperti ditunggu-tunggu,” kata Dedi dalam keterangan resminya, Sabtu (26/11).

Pelayanan ini, kata Dedi, dipimpin oleh Iptu Haikal selaku dokter di tim medis Brimob Polri. Setiap kunjungan, dikerahkan 10 personel untuk memberikan pelayanan medis tersebut.

Menurut Dedi, dengan adanya upaya jemput bola ini, dapat mempermudah juga pertolongan bagi pengungsi yang memang penting dan harus dibawa ke rumah sakit.

“Ini pasien didominasi Lansia, Ibu, dan Anak,” tuturnya.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, tim Brimob Polri akan berupaya menjangkau semua lokasi, bahkan desa terisolir. Karena tak dipungkiri, hingga kemarin (25/11), masih terdapat pengungsi yang ternyata kondisinya semakin parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Untuk diketahui, data BNPB hingga Jumat (25/11) sore mencatat, ada 110 titik pengungsian yang tersebar di 15 kecamatan terdampak gempa, perinciannya yakni 57 titik pengungsi terpusat dan 53 titik pengungsian mandiri. Lokasi pengungsian dibagi dalam kapasitas besar yang mencakup 200-500 orang atau kapasitas kecil dengan menampung 5-10 orang. (Nur)

Baca Juga:  Polsek Pulau Panggung Identifikasi TKP dan Jenazah di Pesawahan

KABIDHUMAS POLDA LAMPUNG
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad S.H.,M.Si.,
Email : humaspoldalampung@gmail.com
Twitter: @humaspoldalpg
FB: humas_poldalampung
IG: @humas_poldalampung

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aprozi Alam: Musda XI Momentum Konsolidasi, Jangan Ada Lagi Sekat di Golkar Bandar Lampung
Musda Golkar Bandar Lampung Dibuka, Rycko Menoza Disebut Satu-satunya Pendaftar Ketua DPD II
Rycko Menoza Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Kota Bandar Lampung
Rycko Menoza Dorong Mahasiswa Bangun Karakter dan Talenta Kompetitif Menuju Indonesia Emas 2045
Dr Ahiruddin Dilantik Jadi Direktur Pascasarjana Universitas Saburai
Rycko Menoza Mendapat Restu Ketua Umum Bahlil, Musda Digelar 21 Sepetember 2026
Ranmor Gunakan Atribut Ojol Digagalkan Warga Bandar Lampung
Matrikulasi Magister Hukum Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 04:11 WIB

Musda Golkar Bandar Lampung Dibuka, Rycko Menoza Disebut Satu-satunya Pendaftar Ketua DPD II

Minggu, 20 September 2026 - 05:05 WIB

Rycko Menoza Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Kota Bandar Lampung

Sabtu, 19 September 2026 - 13:36 WIB

Rycko Menoza Dorong Mahasiswa Bangun Karakter dan Talenta Kompetitif Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 17 September 2026 - 05:48 WIB

Dr Ahiruddin Dilantik Jadi Direktur Pascasarjana Universitas Saburai

Rabu, 16 September 2026 - 04:04 WIB

Rycko Menoza Mendapat Restu Ketua Umum Bahlil, Musda Digelar 21 Sepetember 2026

Berita Terbaru