tirasbhayangkara.com,- Pembangunan gedung SDN 2 mulyo sari diduga mengabaikan peraturan.
senin tgl 7/10/2024 dengan pemantauan kami selaku awak media di lapangan ,terlihat dengan jelas ,pekerjaan proyek pembangunan yang di kerjakan dengan 3 sampai 4 orang pekerja tanpa pengawasan dari pihak – pihak tertentu yang seharusnya ada di lokasi untuk pengawasan.

Pembangunan gedung SDN 2 mulyo sari lampung selatan di duga mengabaikan aturan perundang -undangan, dimana terlihat dengan jelas tidak ada satu orangpun pengawas yang berada di lokasi pembangunan baik dari pemborong maupun dari konsultan pengawas .
Pembangunan yang bersumber dari dana APBD dengan nilai spek (Rp 568.112.398,78), tahun 2024 dengan waktu pelaksanaan 120 Hari yang seharusnya penuh dengan pengawasan, baik dari pemborong ataupun konsultan pengawas .
Bersamaan dengan hari itu juga ( senin tgl 7/10/2024 ) kami bertemu dengan “Sumardi ” yang mengakui bahwasannya di adalah kepala tukang, ya pak saya di perintahkan oleh pemborong yang bernama ” fikri ” dan pak fikri jarang kesini pak kalau kami perlu lewat telepon ( ucap sumardi ).
Selain itu juga pak sumardi memberikan keterangan material yang di gunakan, besi berukuran 10 sama 6 inc, itupun di beli pak fikri dari raja basa sudah jadi tinggal pasang, semen yang di pakai ada merk jakarta, Dinamik dan juga Batu raja, seperti kemaren ada semen sisaan dari proyek Natar ( ucap sumardi mengakhiri kata ).
Dalam penelusuran kami selaku sosial kontrol ( media ), dengan jelas pelaksanaan proyek yang bersumber dana dari APBD melalui sektor kementerian ini di duga sangat mengabaikan peraturan kerja pada kegiatan pelaksanaan pembangunan .
Di antaranya tidak adanya pengawasan penuh dari pihak pemborong, ataupun konsultan pengawas.
dengan tidak adanya pengawasan pada pembangunan itu kami mencoba untu mintak no wa bpk fikri untuk konfirmasi selaku pemborong proyek kepada sumardi namun sumardi telah di pesan nya untuk tidak memberikan no wa nya ke pada awak media.
Dengan adanya pemberitaan ini kami sangat berharap kepada dinas – dinas yang berkompeten, kiranya dapat turun kelapangan untuk mengkroscek kembali tentang pembangunan itu.
Alison/tim














