
LAMPUNG SELATAN, (Tirasbhayangkara.com) — Anggota DPR-RI Komisi X dari Fraksi Partai Golkar Rycko Menoza bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan kegiatan di Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan tentang Penguatan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan bertema “Manajemen BUMDes dan Koperasi” yang digelar di Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Analis pemanfaatan Ahli Madya, Direktorat pemanfaatan riset dan inovasi pada kementerian / Lembaga, Masyarakat, UMKM, BRIN Mohammad Hamdani, Kades Bakauheni Sukirno
Anggota Komisi X DPR RI, Rycko Menoza, MBA, memberikan perhatian terhadap pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola potensi ekonomi desa secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Rycko Menoza menekankan bahwa BUMDes dan koperasi memiliki posisi strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Pengelolaan yang baik diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.
“BUMDes dan koperasi tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga membutuhkan manajemen yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta tata kelola yang profesional. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi desa dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Rycko.
Menurutnya, pengelola BUMDes dan koperasi perlu memahami berbagai aspek manajemen, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, pengembangan sumber daya manusia hingga pemanfaatan teknologi dalam menjalankan kegiatan usaha.
Ia juga mendorong agar potensi yang dimiliki Desa Bakauheni dapat dipetakan dan dikembangkan menjadi unit-unit usaha yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, koperasi, masyarakat, serta berbagai pihak terkait dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan usaha.
Kegiatan bertema “Manajemen BUMDes dan Koperasi” ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kapasitas para peserta dalam menjalankan organisasi dan unit usaha secara lebih efektif. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman serta membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi berbasis desa.
Rycko menambahkan, pembangunan ekonomi desa harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. BUMDes dan koperasi, kata dia, harus mampu menjadi wadah ekonomi yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kemandirian desa.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan saja, tetapi dapat diimplementasikan dalam pengelolaan BUMDes dan koperasi sehingga benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan manajemen dan tata kelola, BUMDes serta koperasi diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian masyarakat di Desa Bakauheni, Lampung Selatan. (Narso)
















