Miris, Kabid Bina Marga Dinas PU-PR Lamsel Tanggapi Santai Pekerjaan Yang Diduga Tidak Sesuai Spek

Kamis, 9 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN TB – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Lampung Selatan, Hasanudin terkesan santai saat di konfirmasi terkait hasil pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Merbau Mataram – Galih Lunik diduga tidak sesuai Spesifikasi.

Hal itu terlihat saat wartawan Media ini mengkonfirmasi kepada Hasanudin terkait pemberitaan di Media Hasil Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Merbau Mataram – galih Lunik yang di kerjakan oleh rekanan CV. Masa Ganta Mulya dengan nilai Rp. 1.767.276.200 di duga tidak sesuai Spesifikasi dan ketebalan Lapen serta Hotmix tidak sesuai dengan RAB serta panduan standar tennis Pekerjaan Umum (PU).

“Waduh belum sempat saya baca beritanya, belum, belum sempat saya baca beritanya, ” Tegas Hasanudin kepada TIRASNUSANTARA via telepon Senin 6/12/2021.

Hasanudin beralasan belum bisa menanggapi pemberitaan di media terkait Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Merbau Mataram – Galih Lunik. Itu di karenakan ia belum membaca berita terkait persoalan itu. Padahal berita yang di kirim melalui pesan singkat WhatsApp miliknya terlihat tanda panah contreng dua.

“Ya nanti saya baca beritanya, nanti saya sampaikan dengan pelaksana kalau ada temuan kawan-kawan Media, ” Ungkapnya.

Saat diminta tanggapannya terkait hasil Pekerjaan yang diduga tidak seseuai Spesifikasi. Hasanudin pun mengatakan kalau ia tidak bisa memberi tanggapan di karenakan pekerjaan tersebut sudah di beritakan.

“Gimana saya mau kasi tanggapan, kalau masalah pekerjaan itu sudah di beritakan. Saya belum bisa menanggapi. Nanti temuan kawan-kawan Media saya akan saya sampaikan dengan yang dilapangan, ” Pungkasnya.

Di beritakan sebelumnya, pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Merbau Mataram – Galih Lunik Kecamatan Merbau Mataram yang dikerjakan oleh Rekanan CV. Masa Ganta Mulya, telah usai gelar Aspal Hotmix pada Sabtu Malam 4/12/2021 kemarin. Namun, hasil pekerjaan diduga tidak sesuai Dengan RAB sehingga kwalitas hasil pekerjaan patut di pertanyakan.

Baca Juga:  Upacara Hari Kesehatan Nasional, Pj. Bupati Bantaeng Sampaikan Seluruh Jajaran Kesehatan Untuk Berkontribusi Maksimal

Betapa tidak, gelaran Hotmix Aspalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) bila mengacu kepada Standar Pekerjaan Umum (PU) seharusnya dengan ketebalan 4cm di atas Lapisan penitrasi (Lapen). Namun, hasil Investigasi di lapangan ternyata ketebalan Hotmix hanya 2,5 cm dan 3 cm di atas Lapen.

Selain itu, ketebalan Lapisan penitrasi (Lapen) yang seharusnya 5 cm, itu pun hanya di kerjakan dengan ketebalan 2,5 hingga 3cm. Sehingga bila di ukur ketebalan Lapen + Hotmix hanya sekitar 6 hingga 7 cm.

Bila mengacu kepada tehnis pembangunan berstandar Pekerjaan Umum (PU), gelaran Hotmix AC-WC di atas Lapen dengan ketebalan 4 cm. Begitu pula ketebalan Lapen diatas batu Underlag atau Lapen lama, itu ketebalan 5 cm. Sehingga bila mengacu kepada tennis Pekerjaan Umum (PU) serta RAB yang ada, ketebalan Lapen + Hotmix AC-WC di atas batu Onderlag seharusnya 9 cm.

Dengan kondisi hasil Pekerjaan di lapangan, dapat di bayangkan bila ketebalan Hotmix yang hilang bila rata -rata ketebalan 1,5 cm X panjang Volume Jalan -+ sekitar 1700 meter X lebar 300 cm, begitu juga dengan ketebalan Lapen. Maka dapat di bayangkan berapa volume pekerjaan itu yang diduga hillang tidak dikerjakan. Sementara pekerjaan itu bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan.

Parahnya lagi, pekerjaan itu setiap harinya selalu di awasi oleh Pengawas Konsultan dan Pengawas dari Dinas PU-PR Kabupaten Lampung Selatan.

“Pekerjaan itu sudah sesuai dengan Spesifikasi. Di situ ada Konsultan Pengawas, ada Pengawas dari Dinas PU. Untuk di ketahui kita gelar Hotmix bukan di atas kaca, dan alat pengukur kita ada, ” Tegas Pelaksana CV. Masa Ganta Mulya, Agustian Danang, dilansir Buseronlinenews.com Minggu 5/12/2021.

Di sisi lain, Konsultan Pengawas pada pekerjaan itu, Galih menjelaskan kalau dirinya selalu memberi teguran kepada pelaksana disetiap pekerjaan di lapangan. Menurut Galih, ia merasa bosan selalu menegur pelaksana agar pekerjaan di laksanakan sesuai Spesifikasi dan RAB.

Baca Juga:  Sugeng;  Combine DR16 Bantuan Pemerintah Sudah Kami Jual Dengan Tukang Ronsokan

“Saya sebagai Konsultan Pengawas selalu menegur kepada rekanan yang setiap harinya diwakili pelaksana, agar dikerjakan sesuai RAB. Sampai berbusa mulut saya ini Bang, menegurnya, ” Jelas Galih singkat kepada Bongkar Post via Telepon seluler. (A. Lison)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI DI SPBU KEKILING PENENGAHAN, ANTREAN KENDARAAN JADI PERHATIAN!!!
Rycko Menoza Dorong Pemanfaatan Hasil Riset Dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk Masyarakat dan UMKM
Rycko Menoza Dorong Pengutan Manajemen BUMDes dan Koprasi Di Desa Bakauheni
Gudang BBM Pertamax di Tanjung Bintang Kembali Disorot: Aktivitas Malam Hari dan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI AD Dipertanyakan
Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Mengancam, Golkar Lampung Turun Bagikan Masker ke Warga
Dugaan Tambang Pasir Ilegal di Merbau Mataram Disorot, DLH Rekomendasikan Penutupan
GUDANG DIDUGA TAMPUNG BBM SUBSIDI DI KETIBUNG LAMPUNG SELATAN, BENARKAH ADA OKNUM MARINIR AKTIF DI BALIKNYA? APH DIMINTA TURUN TANGAN
Bedah Rumah Program BSPS Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Hanan Rozak Dorong Nilai Bantuan Diperbesar

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:33 WIB

DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI DI SPBU KEKILING PENENGAHAN, ANTREAN KENDARAAN JADI PERHATIAN!!!

Sabtu, 12 September 2026 - 13:38 WIB

Rycko Menoza Dorong Pemanfaatan Hasil Riset Dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk Masyarakat dan UMKM

Sabtu, 12 September 2026 - 13:04 WIB

Rycko Menoza Dorong Pengutan Manajemen BUMDes dan Koprasi Di Desa Bakauheni

Selasa, 8 September 2026 - 06:04 WIB

Gudang BBM Pertamax di Tanjung Bintang Kembali Disorot: Aktivitas Malam Hari dan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI AD Dipertanyakan

Minggu, 6 September 2026 - 04:52 WIB

Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Mengancam, Golkar Lampung Turun Bagikan Masker ke Warga

Berita Terbaru